Pop Up Market Offline Pertama ge.lintang

Akhirnya ge.lintang memberanikan diri untuk jualan offline dengan ikutan semacam pop up market atau bazar. Pengalaman pertama ge.lintang untuk buka booth di Qlapa Office market ini penuh dengan drama, mulai dari galau apakah produk baju ready to wear ge.lintang mencukupi untuk dibawa ke bazar atau nggak, galau apakah produk ready to wear ge.lintang sudah memenuhi kualifikasi, galau apakah desain booth offline ge.lintang sudah mewakili karakter ge.lintang yang fun, berjiwa muda, tapi juga punya bahan dasar etnik, serta kegalauan tentang printilan-printilan yang mesti disiapin untuk jualan offline. Ada juga kegalauan tentang duit, kira-kira duitnya ge.lintang cukup nggak untuk buka booth offline di luar kota Semarang, sampe mikirin gimana caranya bawa barang-barang untuk booth dari Semarang ke Jakarta.

gelintang4

Karena ge.lintang punya toko online di Qlapa(dot)com, market place yang mengkhususkan diri jualan barang-barang kerajinan tangan atau yang lebih sering dikenal dengan handmade dari seluruh Indonesia, maka ge.lintang dapat penawaran juga untuk ikutan Qlapa Office Market. Kalo ge.lintang kan memang mengkhususkan membuat baju ready to wear yang bahan dasarnya dari kain tradisional semacam batik, tenun, dan lurik yang didesain secara unik dan beda tapi juga enak dipakai untuk kegiatan sehari-hari atau sebut saja casual wear. Sampai tulisan ini dimuat ge.lintang masih dibuat khusus untuk wanita muda.

Tentang Qlapa Office Market

Jadi dalam proposalnya, Qlapa menyebutkan bahwa Qlapa ingin melakukan jemput bola alias mendatangi customernya dan bukan customernya yang mendatangi Qlapa, jadi Qlapa Market kali ini dilakukan di wilayah perkantoran yaitu di SCBD. Qlapa bekerjasama dengan bazar Jakarta dalam market kali ini. Dalam bayangan #gelintangteam, target market ge.lintang yang adalah perempuan yang menghargai seni dan kualitas serta ingin tampil beda tanpa effort berlebih ada di SCBD ini. Dalam penjualan online ge.lintang, mayoritas pembeli ge.lintang berasal dari Jakarta. Jadi nggak ada salahnya kan ikutan Qlapa Office Market yang ada di Jakarta, terlebih lagi di SCBD . Di otak #gelintangteam wilayah SCBD berisi orang-orang yang stylish dan penuh gaya macam di drama-drama. Faktor menarik lain yang membuat #gelintangteam mau buka booth di Qlapa Office Market adalah biaya sewa booth yang relatif lebih murah dibanding jika ge.lintang sewa booth di mal. #gelintangteam hanya perlu membayar sekitar sepertiga biaya dari biaya sewa booth di mal. Lumayan kan.

Singkat cerita #gelintangteam daftar untuk sewa booth. #gelintangteam mulai brainstorming tentang rencana apa saja yang akan diterapkan untuk booth ge.lintang tercipta. #gelintangteam juga menambah koleksi baju ready to wear Gelintang dengan satu tema yaitu Gelintang Wayang Series yang memanfaatkan bahan dasar batik motif wayang Semar dengan batik motif truntum berwarna hitam dan bahan dasar batik tulis motif wayang Nakula Sadewa dengan batik motif parang berwarna biru navy. Pas deket-deket tanggal menuju market itu bermunculan ide-ide seru di masing-masing kepala #gelintangteam. #gelintangteam mulai dapat inspirasi membuat baju-baju aneh, tapi seru aja dipakenya, semacam outter dengan panjang kanan dan kiri yang berbeda. #gelintangteam juga dapat ilmu baru tentang cerita dan makna di balik motif batik truntum yang istimewa.

Photoshot di Kota Lama

Untuk menunjang tingkat ke-ciamik-an booth dan menambah portofolio juga koleksi foto, #gelintangteam dengan sangat niat mengadakan acara photoshot di Kota Lama Semarang. Kota Lama Semarang dipilih karena #gelintangteam butuh background yang clear tapi tetep kasih ambience yang seru. Faktor koleksi Gelintang yang belum difoto lebih banyak berwarna gelap, yaitu didominasi dengan batik motif truntum berwarna hitam dan batik motif parang berwarna biru navy.

Melakukan photoshot di Kota Lama Semarang sungguh sangat menyenangkan. Kota Lama Semarang di tahun 2018 sudah disulap menjadi tempat wisata yang bersih dan rapi. Warga sekitar Kota Lama Semarang juga sudah terbiasa dengan banyaknya wisatawan yang suka foto-foto, bahkan mereka terbiasa dengan banyaknya fotografer dan modelnya yang berfoto di setiap sudut kota. Kami pun santai foto-foto dengan berbagai gaya karena tidak merasa risih dengan pandangan orang-orang yang kadang suka ‘nggumun’ kalau ada yang foto-foto di tempat umum. #gelintangteam memilih sudut kota yang berwarna dominan putih di area yang sepi dan tidak banyak wisatawan yang tahu. Hasilnya, gambar ge.lintang jelas dan memuaskan.

Koper super besar

Salah satu anggota #gelintangteam pernah ikut teman pameran saat Inacraft 2017. Inacraft ini adalah ajang nasional bahkan internasional untuk para pengrajin memamerkan karya-karyanya untuk kemudian bertemu dengan target market yang lebih besar. Berdasarkan pengalaman di Inacraft tersebut, sebuah tenant seharusnya mempunyai stok cukup banyak saat pameran. ge.lintang pun pusing dengan urusan stok. ge.lintang membayangkan bakalan ada banyak customer baru ge.lintang yang akan membawa pulang baju-baju ge.lintang dengan bahagia. Tapi kenyataannya ge.lintang hanya bisa memproduksi sekitar 100an pieces baju.

Namun meskipun hanya sekitar 100an pieces baju, #gelintangteam dibuat pusing tentang bagaimana membawa baju-baju tersebut ke Jakarta untuk kemudian dipamerkan saat booth ge.lintang sudah siap. Barang yang perlu disiapkan untuk keperluan booth ge.lintang bukan hanya stok baju, tetapi ada printilan macam tas kertas untuk packaging yang ternyata juga memakan banyak tempat, belum lagi kotak-kotak untuk display jepit kecil berbahan kain perca batik sebagai pelengkap produk baju ready to wear ge.lintang.

Setelah memikirkan berbagai macam pertimbangan, akhirnya #gelintangteam memilih untuk membawa semua perlengkapan baju ready to wear ge.lintang dalam dua koper super besar dan membawanya naik kereta.

Mengapa kereta? Karena harga tiket kereta eksekutif jauh lebih murah dibanding harga tiket pesawat terbang, dan lagi koper-koper besar tersebut dapat #gelintangteam bawa masuk ke dalam kereta dan ternyata cukup diletakkan di space khusus barang di atas kursi penumpang. Meskipun demikian, kemarin kami menyelipkan koper-koper besar tersebut di bagian ujung gerbong. Kami memang mendapatkan tempat duduk di ujung gerbong dan memang ada space tempat kosong untuk menaruh barang di ujung gerbong.

Handle koper patah

Kami sengaja tidak menyewa jasa porter di stasiun, karena kami merasa kami mampu membawa dua koper besar tersebut. Koper besar tersebut beroda dan sangat mudah dipindahkan. Namun, ketika kami harus mengangkat salah satu koper untuk masuk ke dalam gerbong, handle koper tiba-tiba rusak. Sedikit drama sudah terjadi sebelum booth mulai dipasang. Hahaha. Namun kami masih bisa menggnakan handle yang digunakan untuk menarik koper. Jadi untuk proses angkut koper selanjutnya kami harus bekerja sama mengangkat koper dengan memegang handle tarikan dan roda.

Perjalanan dengan kereta api dari Semarang menuju Jakarta berjalan mulus. PR selanjutnya adalah membawa koper-koper besar ini menuju penginapan. Kami berencana memesan Gocar sesampainya di Stasiun Gambir Jakarta. Namun kami ragu apakah taksi online bisa dipesan di area stasiun mengingat di beberapa stasiun pengendara taksi online seakan dimusuhi. Kami sempat mencari-cari informasi tersebut lewat mesin pencari Google namun tidak mendapatkan jawaban yang pasti. Akhirnya kami memilih bertanya pada petugas keamanan Stasiun Gambir dan mendapat jawaban bahwa ‘Tidak masalah memesan taksi online dari area stasiun dan tidak masalah untuk taksi online menjemput kami di stasiun’. Kami diarahkan untuk menunggu jemputan di area penjemputan Stasiun Gambir.

Hari itu adalah hari baik. Kami mendapat jemputan mobil Avanza dengan bagasi yang luas. Bapak driver yang kami tumpangi pun bersedia membantu kami memasukkan koper-koper besar tersebut ke dalam mobil dan berhasil mengantarkan kami ke penginapan dengan selamat. Hidup taksi online! Tidak terbayang bagi kami andai saja kami tidak dapat memesan taksi online di area stasiun dan harus bersusah payah memasukkan koper-koper besar kami ke dalam taksi dengan mobil sedan.

 

Cerita ini baru persiapan untuk ikut Market demi mengenalkan ge.lintang ke target market yang tepat. Cerita tentang bagaimana Qlapa Office Market berjalan akan kami muat di post berikutnya.

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca.

Gelintang – Indonesian ethnic ready to wear

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s