Bucket Hat Gelintang

on

Bucket hat dari kain batik ini adalah proyek nggak sengaja. Efek kelamaan di rumah membuat aku lebih rajin bersih-bersih rumah.

Saat bebersih, aku menemukan buku lama tentang jahit-menjahit. Buku itu aku dapatkan di toko buku second di Tokyo. Aku memang suka dengan buku tutorial menjahit dari Jepang. Meski menggunakan bahasa jepang, tapi di buku tutorial jepang ada banyak gambar yang detail. Aku juga suka model baju di buku tutorial jepang kebanyakan sederhana dan gampang dibuat, juga bisa dipakai di mana aja.

bucket hat batik

Di halaman terakhir ada tutorial menjahit topi kain bulat atau lebih populer disebut bucket hat. Asiknya lagi, ada pattern bucket hat di lampiran paling akhir.

Aku ingat punya atasan gagal yang aku buat dari kain polos berwarna kuning dan tempelan kain perca dari lurik dan jumputan yang sayang dibuang. Aku juga barusan menemukan salah satu dress dari batik sogan kesayangan yang sobek sehingga tidak layak lagi digunakan.

Voila, jadi deh topi kain bundar dari kain batik kesayangan. Warna kuning dan sogan, warna favoritku saat ini berubah jadi topi khas bulat bergaya Jepang. Kapan ya bisa dipakai?

Gelintang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s